Penyuluhan Kewirausahaan

Menyadari akan banyaknya minat berwirausaha di kalangan pemuda pemudi dusun Sindangsono, maka kebutuhan akan pengetahuan tentang kewirausahaan sangatlah penting, untuk itu KKN UPI 2014 mencetuskan ide untuk mengadakan penyuluhan kewirausahaan di dusun Sindangsono.

Beauty and Hijab Class

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan ketika acara perpisahan dan kenaikan kelas, banyak ibu-ibu atau orang tua murid yang tidak bisa merias anaknya sendiri dikarenakan ketidakmampuan ibu-ibu dalam merias. Sehingga KKN UPI Kampus Tasikmalaya 2014 berinisiatif untuk mengadakan program “Beauty And Hijab Class” dengan tujuan agar ibu-ibu memiliki keterampilan dalam merias wajah dan juga dapat mengkreasikan cara berkerudung (Hijab).

Penyuluhan dan Pembuatan Hasta Karya

Ibu-ibu di desa Sukamanah ini kebanyakan usia muda dan tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga mereka perlu dilatih untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan hasta karya. Hasta karya yang dilatihkan pada ibu-ibu tersebut berupa pelatihan menghias toples dari kain flanel. Dengan dimilikinya keterampilan tersebut maka waktu yang dimiliki menjadi bermanfaat, bahkan dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga.

Senam Sehat di Desa Sukamanah Kecamatan Cigalontang

KKN UPI Kampus Tasikmalaya 2014 berinisiatif untuk menghidupkan kembali kesadaran masyarakat akan kepedulian terhadap kesehatan melalui senam sehat.

Nonton Bareng Film Pendidikan

KKN UPI Kampus Tasikmalaya 2014 mencetuskan sebuah ide untuk melaksanakan acara nonton bareng film pendidikan: Film Sakola Rakjat.

Tampilkan postingan dengan label Penyuluhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyuluhan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Juli 2014

Penyuluhan Kewirausahaan Warga Sindangsono Desa Sukamanah Kecamatan Cigalontang

   Menyadari akan banyaknya minat berwirausaha di kalangan pemuda pemudi dusun Sindangsono desa Sukamanah kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya, maka kebutuhan akan pengetahuan tentang kewirausahaan sangatlah penting, untuk itu KKN UPI 2014 mencetuskan ide untuk mengadakan penyuluhan kewirausahaan di dusun Sindangsono. Ide tidak sebatas ide, pada Minggu, tanggal 13 Juli 2014 diselenggarakanlah penyuluhan kewirausahaan dengan pemateri yang begitu luar biasa, salah satu lulusan terbaik UPI Kampus Tasikmalaya, Ilham Mauluddin.

“Dengan jiwa kewirausahaan kita bentuk masyarakat mandiri.” mengawali pembicaraan materi hari itu. Antusias peserta penyuluhan yang berjumlah 15 orang yang semuanya adalah laki – laki sangat terlihat jelas, dan diimbangi dengan semangat dari pemateri dalam menyampaikan isi materinya.
“Banyak strategi untuk memulai usaha, diantaranya yaitu 1) mulai dari yang disukai, 2) tidak harus sempurna, 3) punya visi, 4) fokus dibisnis dan buat sebuah system, 5) peluang tidak akan bisa dihitung, 6) pake intuisi, dan 7) kepepet.” Jelas Ilham Mauluddin disela – sela pembicaraannya saat menyampaikan materi kewirausahaan di Madrasah Al-Mujahiddin, Minggu (13/7/2014)

Banyak materi yang sangat bermanfaat untuk para peserta penyuluhan, didukung dengan penyampaian materinya begitu menarik. “Saya kira penyuluhan seperti ini akan membuat mengantuk dan membosankan, ternyata tidak. Mungkin jika teman – teman saya tahu kalau penyuluhannya seperti ini banyak teman saya yang juga ikut hadir disini.” Pengakuan dari salah seorang peserta penyuluhan kewirausahaan.

Memang benar adanya, karena materi yang disampaikan oleh pemateri tidak membosankan, banyak diselipkan humor – humor yang mendidik dan mengarah pada timbulnya motivasi kewirausahaan dikalangan pemuda dusun Sindangsono. Hal ini sejalan dengan tujuan akhir dari diselenggarakannya penyuluhan ini yakni menumbuhkan motivasi untuk berwirausaha pemuda Sindangsono.

Dalam acara ini terdapat sesi tanya jawab antara pemateri dengan peserta. “Bagaimana pemasaran dalam sebuah usaha?” Tanya Faisal salah seorang peserta penyuluhan. “Jika kita membuat produk harus berpikir pemasarannya terlebih dahulu dengan melihat segmen pasarnya, lalu membuat produk, dan buat link – link untuk memasarkan produk yang telah diproduksi. Sesi Tanya jawab berlanjut sampai waktu yang disediakan oleh panitia telah habis. Seolah tidak puas dengan waktu yang tersedia para peserta masih antusias untuk menanyakan apa – apa yang membuat mereka penasaran.

Acara penyuluhan kewirausahaan yang diawali pukul 13.00 WIB berjalan dengan lancar dan berakhir pada pukul 16.00 WIB. Semoga kedepannya akan ada kembali penyuluhan – penyuluhan seperti ini dengan sasaran pemuda pemudi, karena merekalah yang akan menjadi penentu masa depan dusun Sindangsono. Semoga setelah  mengikuti penyuluhan kewirausahaan pemuda pemudi dusun Sindangsono memiliki jiwa kewirausahaan yang menjadikan mereka mandiri.

Sabtu, 05 Juli 2014

Penyuluhan dan Pembuatan Hasta Karya untuk Melatih Keterampilan Ibu-ibu PKK di Desa Sukamanah

Wilayah Desa Sukamanah merupakan salah satu desa yang luas, berada di Kecamatan Cigalontang kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh tim KKN UPI Tasikmalaya bahwa Desa Sukamanah ini terdiri dari 3 dusun dan beberapa RW di setiap dusunnya. Masyarakat desa Sukamanah pada umumnya bekerja sebagai petani, peternak ayam dan bebek, serta ada beberapa warganya yang bekerja sebagai wirausaha. Sebagian ibu-ibunya pun ikut membantu bapak-bapaknya bekerja di sawah. Selebihnya, waktu luang yang ada mereka gunakan untuk mengobrol dan beristirahat dirumah sambil menunggu anaknya pulang sekolah. Hal tersebut sangat disayangkan, karena usia ibu-ibu tersebut masih sangat muda dan termasuk ke dalam usia produktif. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, dan tingkat pendidikannya pun sebagian besar masih sangat rendah. Ibu-ibu di desa Sukamanah ini kebanyakan usia muda dan tidak bekerja, sehingga mereka perlu dilatih untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan hasta karya. Hasta karya yang dilatihkan pada ibu-ibu tersebut berupa pelatihan menghias toples dari kain flanel. Dengan dimilikinya keterampilan tersebut maka waktu yang dimiliki menjadi bermanfaat, bahkan dapat membantu meningkatkan ekonomi keluarga.
Sasaran peserta pelatihan pembuatan hasta karya ini adalah ibu-ibu PKK usia muda dan ibu-ibu yang berminat dalam pelatihan menghias toples dengan kain flanel. Metode yang digunakan dalam pelatihan hasta karya ini adalah:
1.      Metode Ceramah, digunakan untuk menyampaikan materi yang berupa teori. Penyampain materi ini dilakukan oleh perwakilan dari tim KKN UPI yang memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai pembuatan hasta karya ini.
2.      Metode Tanya jawab, digunakan untuk memberikan kesempatan bagi peserta pelatihan yang belum jelas dalam pemahamannya.
3.      Metode Demonstrasi, memperagakan teknik menghias toples dengan kain flanel pada peserta pelatihan.
4.      Metode Latihan/Praktek, ibu-ibu PKK melakukan kegiatan praktek menghias toples dengan kain flanel secara berkelompok.
Hasil kegiatan dari penyuluhan dan pembuatan hasta karya ini dijabarkan ke dalam 3 aspek yaitu:
1.      Kehadiran peserta
Sasaran yang dilibatkan dalam kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK lingkungan desa Sukamanah kecamatan Cigalontang kabupaten Tasikmlaya. Pada pelaksanaan kegiatan jumlah peserta yang hadir yaitu sekitar 11 orang. Kegiatan ini dilakukan selama 1 hari.
2.      Partisipasi dan kesungguhan peserta
Partisipasi dan kesungguhan peserta dapat dikatakan baik. Hal ini terlihat dari kesungguhan peserta dalam mengikuti demonstrasi maupun praktek. Hal ini didukung dengan kesempatan yang diberikan kepada peserta untuk praktek dan membawa pulang hasil tersebut.
3.      Hasil pelatihan keterampilan menghias toples dengan kain flannel
Berdasarkan hasil pengamatan selama pelaksanaan dan pemantauan yang telah dilaksanakan diperoleh hasil:
a.       Peserta pelatihan sangat antusias saat diberikan materi teori bahan, alat-alat yang digunakan untuk menghias toples dari kain flanel, hal ini terlihat dari terjadi diskusi antara tim KKN dengan peserta.
b.      Praktek yang dilakukan adalah menghias toples dengan kain flannel secara berkelompok. Para peserta secara berkelompok dan bekerjasama menghias toples sesuai dengan kreasi mereka masing-masing. Mereka membagi-bagi tugas dalam proses pembuatannya. Ada yang membuat pola, menggunting kain, dan menempelkan hiasan pada toples.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More